LOTRE POWERBALL : APAKAH ITU SUATU “PAJAK PEMBODOHAN” ?

“Apakah mereka tidak tahu bagaimana bodohnya mereka dengan membeli tiket lotre tersebut? Apakah mereka tidak tahu bahwa mereka hanya membuang uang mereka? Ini adalah lotre yang berbau pajak, dan hal ini adalah suatu pembodohan”. Kutipan itu adalah dari seorang karyawan bank yang bekerja di New York City Bank tepat satu dekade lalu. Karyawan yang tidak mau disebutkan namanya ini mengaku kesal dengan Powerball, dan sontak atas kata-katanya tersebut ia dikritik oleh berbagai kalangan. Dia marah lantaran kampung halamannya Greenwich, Connecticut diserbu oleh orang-orang yang berasal dari New York City (mayoritas yang berdomisili daerah miskin, yaitu Bronx) untuk datang membeli tiket lotre Powerball.

Bermula dari awal tahun 2000 yang dimana Jackpot Powerball telah mencapai lebih dari nilai US$ 50 juta. Pada tahun itu, angka tersebut merupakan nominal yang cukup besar sekali. Kota New York saat itu belum bergabung dengan lotre multi-negara Powerball (tahun 2010 New York baru resmi bergabung) sehingga wilayah sekitarnya seperti Bronx dan yang lain apabila ingin membeli tiket Powerball harus membeli tiket tersebut di wilayah Greenwich. Pada even hari Sabtu dikatakan pihak Powerball menyelenggarakan pengundian jackpot yang bernilai lebih dari US$ 330 juta. Hal ini makin membuat warga sekitarnya lebih antusias lagi untuk mengikutinya.

Banyak para pekerja di daerah Wall Street yang menetap di daerah Greenwich. Hal inilah yang juga membantu daerah Connecticut memiliki pajak yang lebih rendah dari New York. Karena kedua alasan itu lah mengapa kota New York menjadi rumah bagi beberapa Perlindungan Dana Dunia terbesar bermukim. Akibatnya, kota ini menjadi salah satu kota terkaya di Amerika Serikat dengan pendapatan keluarga rata-rata senilai US$ 168.000. Wilayah Greenwich tak heran jikalau dibanjiri oleh orang-orang yang datang untuk membeli tiket. Garis berliku-liku yang berada di blok terpampang jelas di beberapa sudut kota. Stasiun kereta api terlihat begitu padat. Untuk lalu lintas, sebagian besar diisi dengan mobil plat nomor New York yang terlihat jelas memadati jalan besar. Hal ini yang menyebabkan warga Greenwich tidak senang dan bahkan menurut beberapa sumber melaporkan terkadang terjadi kasus penjualan tiket ilegal yang marak terjadi di kota tersebut.

Para warga Greenwich mempunyai poin yaitu menghabiskan uang pada tiket lotre merupakan matematis yang rasional. Mereka beranggapan peluang untuk memenangkan lotre begitu kecil sekali, bahkan hampir tidak mungkin dan membeli tiket lotre dianggap mereka sebagai tindakan menghamburkan uang. Nilai riil pembelian 1 tiket lotre adalah US$ 1 padahal modalnya hanya 32 sen, dan sisa keuntungan tersebut akan masuk ke kantong penjual tiket. Mereka berpikir bahwa pemerintah setempat melakukan aksi penjualan lotre yang dapat mengantongi margin keuntungan sangat besar, pemerintah seakan-akan menggalang dana daripada mengutarakan kenaikan pajak secara langsung.

Aksi menyebut lotre sebagai “pajak pembodohan” bergema di daerah Wall Street. Begitu banyak penduduk yang berasal dari wilayah Bronx dengan mempunyai pendapatan keluarga rata-rata senilai US$ 32.000 rela merogoh koceknya hanya untuk membeli tiket lotre. “Orang miskin yang berhasil membuat pilihan yang salah. Ini adalah salah satu cara yang menarik untuk mengatakan, mereka adalah orang miskin yang bodoh”, begitu penggalan isi dalam surat kabar Greenwich News.

POWERBALL-LOTTERYTapi warga Bronx memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini, mereka memang membeli tiket lotre namun mereka bukanlah “orang bodoh” yang seperti penduduk Greenwich katakan. Warga Bronx bermain lotre karena itu merupakan satu-satunya peluang hukum yang tersedia bagi mereka untuk meraup keuntungan. Ketika anda miskin, anda akan melakukan sesuatu yang mungkin dinilai orang lain sebagai tindakan “bodoh atau irasional”, nyatanya itu terjadi dikarenakan pilihan yang terbatas. Rasionalitas harus dilihat dalam konteks situasi. Orang kaya memiliki banyak cara untuk mengolah uang secara hukum tanpa harus bermain lotre. Mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan profil yang tinggi. Mereka bisa menginvestasikan tabungan mereka, atau mereka bisa memiliki akses yang jauh lebih besar untuk pinjaman usaha kecil.

Menurut warga Bronx dengan memainkan lotre, anda akan diberikan kesempatan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik dan walaupun ini merupakan sepotong kecil harapan, setidaknya cara ini lebih baik dari yang seharusnya. Mereka mempunyai pilihan yang rasional yaitu bertaruh secara cerdas. Dan wajar saja ketika Powerball merilis jackpot terbaru, setiap penduduk dari Bronx akan sangat senang dengan hal itu.

Namun beberapa tahun yang lalu, wilayah Wall Street mengalami krisis yang parah. Uang pinjaman menjadi buruk, Bank dibuat pusing tujuh keliling, ekonomi seakan-akan runtuh di kala itu dikarenakan taruhan kolektif. Semua bank hanya tinggal pelarut saja mengingat hutang dari pemerintah setempat. Biaya runtuhnya keuangan ekonomi Amerika Serikat saat itu sangat besar, bahkan mencapai trilliunan dolar. Akibatnya pun berimbas ke penduduk setempat, yang menurut perkiraan telah menelan biaya rata-rata keluarga AS antara US$ 50.000 sampai US$ 120.000. Krisis ini membuat perubahan dalam sistim keuangan Wall Street begitu besar. Beberapa aturan telah diberlakukan dengan cara mereka melalui sistem, tetapi para masyarakat terlihat menyelamatkan keuangan mereka secara pribadi. Struktur kompensasi sesat yang mendorong pengambilan resiko berlebihan masih marak terjadi di Wall Street. Konon dilaporkan Bank besar saja pun ikut mengalami kegagalan.

Ketika krisis berikutnya terjadi dikarenakan pangsa pasar yang anjlok, pemerintah setempat akan melakukan satu-satunya hal yang bersifat rasional yaitu dengan langkah membangun sebuah lembaga dan melaksanakan sistem pembayaran pajak daerah. Hal ini diberlakukan agar mencegahnya ekonomi yang rusak, namun rata-rata para keluarga dituntut untuk membayar biaya pajak. Dalam posisi ini, para pihak Bank tidak akan menderita banyak, tidak secara pribadi. Nah, itulah yang disebut sebagai “Pajak pembodohan yang nyata” dan semua rakyat diharuskan untuk membayar.

Jadi lotre bukanlah merupakan “pajak pembodohan”, lotre adalah semacam permainan yang disuguhkan oleh Pejabat Lotre untuk memberikan para pemainnya kesempatan meraih jackpot yang besar. Lotre dan pajak adalah dua hal yang berbeda, sekali lagi saya katakan sangat berbeda sehingga ada sah-sah saja untuk bermain lotere atau yang kita kenal togel. Togel online bisa anda nikmatin pada http://www.mbahgaib.com. Sekian artikel dari saya, semoga bisa menjadi manfaat bagi para pecinta lotre diseluruh tanah air. Sampai jumpa dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *